Kisah Giovanni Tobing Yang Mendalami Islam, Awalnya Hanya Untuk Menikah Saja
Jakarta - Bintang sinetron Giovanni Tobing merupakan seorang mualaf. Ia resmi memeluk agama Islam sejak tahun 2009.
Giovanni Tobing menceritakan perjalanannya menjadi mualaf saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Cerita Untungs yang dipandu Arie Untung dan istrinya, Fenita Arie. Di sana, ia bercerita bahwa awalnya dirinya menjadi mualaf karena ingin menikah.
"( Jadi mualaf) beberapa waktu sebelum nikah. Waktu mau nikah, gue
rembukan sama orang tuanya Dewi (istrinya sekarang). Gue yang dulu
sebenarnya enggak concern ke agama. Jadi, let it be saja,"ucap Giovanni
Tobing.
Pria berusia 37 tahun itu sadar, pernikahan adalah sesuatu yang serius.
Setelah berdiskusi dengan calon mertuanya saat itu, ia disarankan untuk
menjadi mualaf.
"Jawaban dari bapak dan mamanya Dewi, mengarahkan ke sama-sama muslim. Jadi gue yang convert. Gue saat itu enggak sebegininya ke religious, ngikut saja.
Gue awalnya menganggap masuk Islam sebagai akses
nikahin dia. Level religius gue itu jauh di bawah, karena efek divorce
nyokap bokap gue,"tuturnya.
Setelah menikah, pemain sinetron Liontin tersebut juga belum mendalami
agama Islam Sang istri, Dewi Ariani, juga tak pernah memaksanya untuk
menjadi imam di keluarga.
"Dia enggak pernah maksa harus ini itu, tapi dia salat. Awal-awal nikah
gitu, gue ngelihat dia lagi ngapain, enggak tahunya lagi salat. Kayak
anak-anak, kalau kita paksain kan malah enggak mau," katanya.
Titik Balik Giovanni Tobing Mendalami Agama Islam
Giovanni Tobing kemudian menceritakan titik balik yang membuat dirinya
mendalami agama Islam. Semua berawal ketika ia berniat salat di tengah
malam.
"Gue malam-malam ngerokok, jam 1 tengah malam. Enggak tahu kenapa gue
pengin, 'Kayaknya salat lucu, nih. Coba, ah. Cuma caranya gimana, ya.'
Itu gue salat enggak wudu, enggak ngerti wudu. Gue buka Google, cara
salat, salatnya gitu-gitu doang,"ungkap Giovanni Tobing.
"Rakaat pertama berhasil. Masuk rakaat kedua, itu kayak ada yang
ngelempar batu ke kolam ikan. Terus gordennya ketutup, tapi goyang.
Begitu gue digangguin, gue ngerasa, 'Kok lu gangguin gue, sih. Gue lagi
coba kontak, nih, sama Atas, kok lu gangguin gue,'"imbuhnya.
Karena diganggu, Giovanni Tobing pun hanya menyelesaikan dua rakaat saja. Kendati demikian, ia mulai berpikir mengapa dirinya kesal saat sedang berusaha mendekatkan diri pada Tuhan.
"Kayak lagi PDKT sama cewek, digangguin orang, ya kesal. Ini gue lagi PDKT sama yang di Atas, kok gue ngerasa marah, ya? Prosesnya panjang, dari kejadian itu, bertahap (mempelajari Islam),"tutupnya.
Komentar
Posting Komentar